Pemerintah Kecamatan Benua Lima Laksanakan Rapat Koordinasi Pemetaan Desa/Kelurahan Rawan Kekurangan Air Bersih dan Rawan Karhutla
27 Agustus 2026 | Administrator
Benua Lima, 27 Agustus 2026 — Pemerintah Kecamatan Benua Lima melaksanakan Rapat Koordinasi Pemetaan Desa/Kelurahan Rawan Kekurangan Air Bersih dan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (27/8/2026), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Lurah, Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa, Ketua RT, serta unsur terkait lainnya se-Kecamatan Benua Lima.
Foto : Peserta Rapat Koordinasi Pemetaan Desa/Kelurahan Rawan Kekurangan Air Bersih dan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas surat Bupati Barito Timur mengenai pemetaan desa/kelurahan yang rawan mengalami kekurangan air bersih dan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Timur.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Camat Benua Lima Mahadani, S.AP, MM menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah desa dan kelurahan dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan, khususnya kekurangan air bersih dan kebakaran hutan serta lahan dengan melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah rawan.
Camat menegaskan bahwa pemetaan harus dilakukan secara cermat dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Oleh karena itu, seluruh Kepala Desa, Lurah, perangkat desa, serta unsur terkait diharapkan dapat memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Menurut Camat, pemetaan tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan pendataan administratif, tetapi harus menjadi langkah awal dalam menyusun perencanaan dan menentukan tindakan yang tepat.
“Pemetaan hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan pendataan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menentukan wilayah prioritas, potensi sumber air, kebutuhan sarana dan prasarana, titik-titik rawan kebakaran, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Camat Benua Lima menyampaikan bahwa hasil pemetaan diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat kerawanan masing-masing desa dan kelurahan. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan, baik berupa penyediaan sarana dan prasarana, pemanfaatan sumber air, maupun upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tersedia data dan peta kerawanan yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah Kecamatan Benua Lima, khususnya dalam menghadapi potensi kekurangan air bersih dan Karhutla,” tambah Camat.
Dalam pelaksanaannya, para Kepala Desa dan Lurah menyampaikan paparan dan inventarisasi informasi mengenai kondisi wilayah masing-masing desa dan kelurahan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan dan potensi sumber air, wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, titik-titik atau kawasan yang rawan terjadi kebakaran, kondisi lingkungan, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Foto : Kepala Desa kandris menyampaikan informasi kondisi keadaan di wilayah Desa Kandris
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan, lembaga desa, serta masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang baik, potensi kerawanan diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Pemerintah Kecamatan Benua Lima berharap hasil pemetaan yang disusun dapat menjadi data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain sebagai bahan perencanaan, data tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan serta memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Benua Lima kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, sehingga keselamatan masyarakat, ketersediaan kebutuhan dasar, dan kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Benua Lima dapat terus terjaga.(YND)
Foto bersma peserta kegiatan sosialisasi